25 Oktober 2013, Mengantar Ibu Kembali ke Jakarta

Beberapa waktu yang lalu aku mengantar ibu pulang ke Tangerang, mengantarnya hanya sampai Bandara Hasanuddin, Makassar. Pertama, kita naik kapal ferry terlebuh dahulu. Seperti inilah kira-kira lasusua jika dilihat dari lautan luas, terlihat sangat kecil. 

Daratan Lasusua Dari Kejauhan

Perjalanan selama kurang lebih 3 jam terasa cukup lama. Jadi kami berfoto-foto dulu untuk mengabadikan perjalanan tersebut. Ini dia ibuku, :D 

Ibu lagi narsis

Kami tiba di Pelabuhan Siwa sekitar pukul 12 siang, kemudian kami harus melanjutkan perjalanan darat menuju Makassar. Sebenernya kasian sama ibu, untungnya beliau kuat, jadi alhamdulillah lancar dan selamat sampai tujuan. Sayang amat disayangkan, mobil yang kami tumpangi itu bermasalah sama ban, berkali-kali kali menepi untuk memperbaiki ban. Perjalanan yang semula diperkirakan akan tiba di Makassar sekitar pukul 7 malam, ternyata mundur menjadi puluk setengah 10 malam. Agak kesel juga sebenernya, tapi sudah alhamdulillah karena bisa sampai dengan selamat. Sopirnya juga tepat waktu banget sama sholat 5 waktunya. Setiap jam sholat tiba, sopirnya menepikan mobil. Dan ibu suka hal itu, hehe. 

Setelah menginap di Hotel Transit, dengan paket 12 jam saja, kami melanjutkan perjalanan ke bandara. Sampai di bandara, hanya calon penumpang yang mampu menujukkan tiket saja yang boleh masuk. Mendadak lemaslah aku, rasanya tega sekali aku membiarkan ibu yang baru petama kalinya naik pesawat seorang diri. Aku memutar otak bagaimana caranya supaya bisa menemani ibu sampai ruang tunggu. Ahhayy.. ada e-ticket punya ibu di handphoneku. Kutunjukkan tiket yang ada pada ponselku kepada petugas penjaga pintu masuk, daaann ternyata berhasil. Aku bisa ikut ibu masuk ke ruang tunggu bandara. Alhamdulillah. 

Di depan replika kapal phinisi
Naik eskalator mendatar :p

Kami menunggu pesawat selama kurang lebih 2 jam, pesawat ibu menggunakan maskapai citilink dengan pertimbangan citilink adalah anak perusahaan Garuda Indonesia. Sudah dua kali kami menggunakan citilink, namun dua kali juga mengalami keterlambatan. Pertama, saat dari Yogjakarta menuju Jakarta, terlambat 1 jam. Dan kemarin pas ibu mau berangkat dari Makassar ke Jakarta, hampir satu jam pesawatnya ga terbang juga padahal semua penumpang sudah masuk ke pesawat. Terus kata ibu pas sampai Jakarta, katanya pesawatnya ga halus landingnya. Kembali lagi, alhamdulillah masih dikasih keselamatan sampai tujuan, namun bisa jadi pelajaran untuk ke depan nanti.

Setelah pesawatnya ibu take off, tinggallah aku seorang diri. Rasanya tu krenyes-krenyes, kenapa harus terpisah jarak sejauh ini. Otakku lalu memutar memori yang berbau sedih-sedih, hingga air mataku tidak bisa kutahan lagi. Tumpah. Padahal saat itu aku sedang berada di bus Damri yang akan membawaku ke kota Makassar. Tissu yang tadi diberikan sama ibu ternyata sangat berguna untuk kondisi seperti itu.

From Kolaka Utara With Love :*

Impaksi Gigi Bungsu Part 1

Semenjak melahirkan Dafa sekitar 3 tahun yang lalu, ada nyeri di gigi geraham paling bungsu. Aku sedikit menyesal waktu hamil kurang konsum...