Kolaka Utara - Makassar

Bismillahirahmanirrahim...

It's my new post on my new blog,
Masih muda udah pelupaa, entah ini blog ke berapa yang udah aku buat. Semoga blog ini ga akan aku tinggalkan seperti blog-blog sebelumnya. Langsung aku catat baik-baik di mana-mana deh username sama passwordnya, hehee. 

Sekarang, aku ini seorang abdi negara yang berstatus ikatan dinas, huhu, jadi ga bisa seenaknya untuk memilih tempat tinggal yang diinginkan (untuk saat ini looh, semoga nanti bisa milih). Aku meyakini tempat ini adalah tempat terbaik yang dipilihkan Allah. Sulawesi Tenggara (Sultra). 

Kabupaten Kolaka Utara ini emang jauh dari mana-mana. Dari arah Kendari, ibukota Sultra jauh. Dari Makasar (ibukota Sulsel) juga sama jauhnya. Aku malah lebih sering berpetualang ke Makasar dibanding ke Kendari. Kota-kota di Sulsel mengingatkan aku pada Pulau Jawa. Sementara di Sultra, sangat berbeda dengan Jawa. Jadi kalau sedang rindu Jakarta, aku main ke Makasar. Sekalian juga kontrol perawatan gigi ke dokter. Aku relatif lebih hafal daerah-daerah di Makasar daripada Kendari. Ke Kendari paling kalau ada tugas negara aja. 

Untuk ke Makasar dari Kolaka Utara, kita harus ke Pelabuhan dulu. Iya, kita nyebrang dengan kapal Ferry Camelia atau kapal fiber yang ukurannya lebih mini tapi waktu tempuh menuju pelabuhan Siwa cukup singkat. Tinggal pilih aja, tentunya ada harga ada rupa doong yah, hihi. Kalau waktu tempuh kapal fiber hanya 1 jam 15 menit, kapal ferry butuh waktu 3 jaamm. Ya iya aja, wong serasa berhenti kapalnya. Sesampainya di Pelabuhan Siwa, Kabupaten Wajo, Sulsel kita akan disambut oleh para pencari Tuhan penumpang yang menawarkan jasanya. Sebaiknya menelpon supir sebelum naik kapal, supaya tidak terombang-ambing saat sampai di Siwa. 

Perjalanan Siwa-Makasar, bukanlah perjalanan yang dekat masbroh, butuh waktu sekitar 5-6 jam untuk sampai Kota Makasar. Jadi persiapkan bekal yang cukup (Money maupun makanan). Kondisin jalanan Siwa-Makasar relatif lebih bagus dibandingkan jalanan di Sultra. Maksudnya di sultra itu kan jalanannya kecil dan berliku-liku (kayak perjalanan asmara kita, halaah..). Di Sulsel, jalanannya agak lebar dan kondisinya relatif lurus-lurus kayak di Pulau Jawa. Saking kerennya jalanan disana, kita akan diajak untuk olahraga jantung karena pada umumnya para sopir angkutan akan melarikan mobilnya dengan kecepatan 90-110 km/jam tanpa macet. Jadi jangan kaget. 

Biasanya sampai di Makasar sekitar jam 6 hingga 8 malam. Tergantung kecepatan dan naik kapal apa. Aku udah punya tempat penginapan langganan di daerah pengayoman. Jadi biasanya aku nelpon ibunya kalau mau kesana, biar dibersihin dulu. Sejauh ini, menurutku, Makassar itu mirip-miriplah sama Jakarta. Kota yang crowded.

3 komentar:

  1. ada no telp angkutan / mobil siwa makasar yang bisa di rekomendasi ibu ??? trims infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf baru balas komentarnya, mohon maaf mas udah ga ada nomor telp nya.

      Hapus
  2. kalo dari makasar malam, kira kira ada mobil hak yang ke siwa ??

    BalasHapus

Impaksi Gigi Bungsu Part 1

Semenjak melahirkan Dafa sekitar 3 tahun yang lalu, ada nyeri di gigi geraham paling bungsu. Aku sedikit menyesal waktu hamil kurang konsum...