Pengalaman SIMAK S2 UI

Setelah sebelumnya saya menceritakan tentang pengalaman tes TOEFL, sekarang saya mau menceritakan tes Simak UI. Seperti yang kita ketahui, menuntut ilmu wajib hukumnya dari buaian hingga liang lahat, meskipun gak harus di bangku kuliah. Ilmu itu sebenarnya ada dimana-mana. Di tahun 2018, instansi tempat saya mengabdi memberikan kesempatan buat pegawai yang berminat untuk melanjutkan pendidikan. Karena saya berminat dan saya mendaftar, saya diberikan satu kesempatan oleh instansi saya bekerja saat ini untuk mengikuti seleksi masuk UI. Kampus yang identik dengan jaket kuningnya.

Simak UI yang saya ikuti kemarin itu masuk gelombang 2 tahun 2018. Pengumuman seleksi berkas beasiswa S2 di instansi saya tanggal 23 April 2018, sementara pendaftaran Simak UI paling akhir tanggal 27 April 2018. Jadilah dalam waktu yang tidak sampai 1 minggu saya mendaftar ke websitenya UI. Awalnya saya pikir pelaksanaan tesnya hanya dilaksanakan di Depok. Namun ternyata banyak pilihan tempat untuk melakukan tes. Atas berbagai pertimbangan, saya memilih lokasi tes di Kota Makassar tepatnya di SMA Negeri 5 Makassar.

Berdasarkan hasil membaca berbagai pengalaman orang yang sudah pernah ikut tes, rasanya kayak serem kondisi dan situasi ujian. Nyatanya tidak selalu begitu. Saya sengaja datang pagi-pagi sekali sekitar jam 06.30 wita dari penginapan supaya tidak kebingungan mencari ruang ujian. Namun, ternyata pas saya datang, banyak orang yang berkerumun di dekat gerbang sekolah, ruang ujian belum ditempel di masing-masing kelas.

Jam 8 kita masuk ruangan bersamaan dengan para panitia pengawas tes simak yang membawa stiker untuk ditempel di depan ruangan. Peserta tes tidak diperbolehkan bawa apapun ke meja ujian selain pensil 2B, penghapus dan peruncing pensil. Air minum boleh dibawa asalkan stiker merk nya dibuka. Petugas pengawas ujian membagikan kertas soal dan lembar jawaban untuk diisi identitas masing-masing peserta. Masalahnya itu, jam di ruangan kami tidak berfungsi dengan baik. Pengawas ujian pun tidak memberitahukan secara berkala berapa sisa waktu. Dikasih taunya hanya "sisa 10 menit lagi ya". Gubrak, masih banyak yang kosong. Apalah daya, semampunya aja yah isinya. Fyi, tes TPA terdiri dari Tes Kemampuan Verbal, Kemampuan Kuantitatif, dan Kemampuan Logika/Analitik. Jumlah soalnya sebanyak 100 nomor dan tidak semua harus diisi. Kalau isi sembarangan dan salah tebakannya, minus 1. Kalau jawaban benar dapat poin 4. Kalau kamu adalah orang yang pinter menebak-nebak ya silahkan, kalau saya cari amannya aja ga usah diisi.

Waktu dua jam untuk mengerjakan soal akan terasa sangat cepat karena otak bekerja dengan lebih keras. Tau-tau udah diminta kumpulkan jawaban dan soalnya. Tibalah saatnya untuk kamu istirahat dan mengisi amunisi, lapar juga soalnya. Saya berdua dengan suami makan-makanan berat di warung makan sekitar 50 meter dari tempat tes. Di warung makan, kami bertemu panitia pengawas tes yang juga lapar sepertinya.

Setelah istirahat, lanjut dengan tes bahasa inggris. Tes bahasa inggris di SIMAK UI ini sangat mirip dengan tes toefl, hanya saja tanpa listening. Tidak ada sistem pengurangan nilai kalau tes bahasa inggris. Meskipun sudah pernah sebelumnya tes toefl, ternyata masih susah juga menurut saya bahasa inggris. Deg-degan juga sih nunggu hasil tes, namun apapun hasilnya, serahkan saja sama Allah. Diterima atau tidak, pasti itu yang terbaik. Bismillah.

Impaksi Gigi Bungsu Part 1

Semenjak melahirkan Dafa sekitar 3 tahun yang lalu, ada nyeri di gigi geraham paling bungsu. Aku sedikit menyesal waktu hamil kurang konsum...