Hari Sabtu tanggal 24 Februari 2018 aku mengikuti tes TOEFL di UPT Bahasa Universitas Haluoleo, Kendari. Tes kali ini adalah tes kedua, tes pertama dilakukan di Lembaga Bahasa Inggris Progress. Yang pertama itu semacam simulasi TOEFL dan hasilnya not bad lah kalau menurut penilaian saya.
Tes kedua yang saya ikuti adalah tes TOEFL ITP yang sertifikatnya dikeluarkan langsung oleh ETS, lembaga resmi TOEFL. Sehingga waktu keluarnya sertifikat dari waktu tes cukup lama, sekitar 2 minggu.
Kenapa sih ambil TOEFL ITP?
Setiap kita melakukan sesuatu kan ada tujuan dan goals yang ingin dicapai. Nah tujuan saya mengikuti tes ini adalah untuk mengetahui sejauh mana penguasaan saya terhadap bahasa inggris. Syukur-syukur kalau hasilnya bagus dan bisa buat daftar sekolah lagi.
Berapa Biayanya?
Biaya tes TOEFL ITP tahun 2018 di UPT Bahasa UHO yaitu 600 ribu, lumayan lah menguras dompet. Sementara biaya tes untuk TOEFL simulasi sebesar 300 ribu.
Kapan Pelaksanaannya?
Berbeda dengan TOEFL simulasi, pelaksaan TOEFL ITP ga setiap waktu sehingga harus menunggu kuota terpenuhi dulu. Kemarin pas saya tes, ada 24 peserta tes. Saya sering menanyakan kepada admin UHO (Ibu Mia) kapan ada tes yang pelaksanaannya paling dekat. Bu Mia bilang akhir Februari. Sebenarnya galau waktu itu mau daftar atau tidak karena waktunya bertepatan dengan updating susenas. Dan jangan bayangkan bahwa saya mengawas, kali ini menjadi petugas pendata di lapangan. Waktu yang tersedia untuk memutakhirkan data rumah tangga di 2 blok sensus yaitu 5 hari kerja. Sejak Senin sampai Jum'at pulang mendekati magrib. Pergi kepanasan dan pulang kehujanan, wkwk lebey. *Skip skip*.
Jadi kita tes di dalam ruangan yang kursinya sudah diatur sedemian rupa layaknya ujian pada umumnya. Deg-degan? Pasti. Soalnya sangat berbeda dengan apa yang saya pelajari sebelum sebelumnya. Tes TOEFL terdiri dari 3 bagian, yaitu listening, structure and written expression dan reading. Dari keseluruhan yang diujikan, kamampuanku terhadap bahasa inggris masih payah. Baik itu di bagian listening, structure maupun reading. Pokoknya ga pede banget sama hasilnya nanti. Waktu listening, aku nggak mengerti apa yang dibicarakan dalam audio, structure entahlah, dan reading sebenernya megerti sedikit akan tetapi kecepatan membacaku masih sangat perlu ditingkatkan.
Sesibuk apapun, tetap berusaha meningkatkan kemampuan dan kapasitas diri. Baik secara formal maupun informal. Semangat buat yang mau ikutan tes juga.