Gonna Miss You, Lasusua

Kekita di Lasusua udah ga kesulitan air dan kesulitan listrik lagi, tiba-tiba gue udah disuruh pindah ke kabupaten di deketnya ibukota provinsi. Alhamdulillah yaa akhirnya pindah. Meskipun seperti yang pernah gue bilang di tulisan yang sebelumnya, Lasusua itu udah menjadi salah satu tempat yang enggak bakal bisa gue lupain sepanjang hidup gue. Di sini gue ditempa, dari yang ga ngerti apa-apa, sampai akhirnya sedikit bisa apa-apa. Lasusua juga udah mempertemukan gue dengan orang-orang yang luar biasa. Memberikan gue pelajaran yang mungkin ga akan gue dapatkan di tempat lain. The best-lah.

Satu hal yang bikin gue berat meninggalkan tempat ini adalah indahnya matahari terbenam di kota kecil ini. Mungkin orang menganggapnya biasa, tapi buat gue, pemandangan matahari terbenam tiap sore adalah pertunjukan alam yang sangat menakjubkan. Kalau sedang beruntung, matahari bisa terlihat jelas. Kadang-kadang, ia bersembunyi malu-malu di balik awan. Bahkan tak jarang, ia tak mau memperlihatkan diri sama sekali.

Belum ada bayangan nanti di kota yang baru akan seperti apa dan bagaimana. Yang jelas, life must go on. Kadang muncul rasa takut nanti bagaimana ya di sana, bla blaa.. Yang jelas, lebih dekat dari Kota Kendari. Hmm, tapi di Kendari juga ga ada keluarga, sama aja yah. Hanya ada beberapa teman yang sama-sama berasal dari Jawa. Bersyukur ajaa sayangg...

 From Kolaka Utara with love :*

Libur Lebaran Pun Usai

First, say thanksss to Allah, always... Yang selalu mencukupkan segala kebutuhanku, di siang dan malam hari. Ga lupa bilang ni kalau saya masih di Lasusua, hehe, someday aku pindah ke Jawa. Baru saja kemarin aku pulang ke Tangerang dalam rangka lebaran Idul Fitri 1435 H. Topiknya om bude  dan tante ya seputar jodoh,tetangga juga sama. Hehe aku anggap do'a aja semuanya, supaya lekas dipertemukan dengan laki-laki shaleh, baik hati dan bertanggung jawab.Semoga Idul Fitri 1436 H udah ada calon tetap, atau malah udah sah :D

Sepuluh hari di Jawa, rasanya sebentaar banget. Ibu juga bilang begitu. Pas harus ke Lasusua lagi, dalam hatiku selalu aja bertanya-tanya "kenapa harus ke Lasusua lagi?". Sedih harus ninggalin mereka berdua di rumah, ya meskipun ketika di rumah adaa aja yang diperselisihkan. Aku hanya bisa ngademin diri sendiri dengan bilang "ini hanya sementara saja vi.. not last forever". Terutama saat pesawat Sriwijaya SJ588 tinggal landas dari Bandara Soetta, dini hari itu. Kerlap-kerlip lampu Ibukota Jakarta perlahan menghilang dari pandangan. Kota Jakarta yang di sana terdapat banyak kenangan yang kutinggalkan. Perlahan air mataku menetes, ibu-ibu di sampingku sepertinya menyadarinya. Snack dan air mineral yang disediakan oleh pramugari tidak kulirik sedikitpun, aku masih tetap menatap kota Jakarta yang perlahan menghilang. Ah cengengnya aku ini,, cengeng banget. Mungkin orang akan menilai demikian. Satu hal, aku berdo'a supaya aku bisa lekas bertugas di dekat rumah orang tuaku. Aku ingin merawat mereka di masa tuanya. 

Sesampainya di Lasusua setelah perjalanan darat, laut dan udara, setelah 18 jam di perjalanan dengan rute Jakarta-Makassar-Siwa-Tobaku-Lasusua. Jauh bukan? Hehe. Ragaku udah ada di sini, tapi pikiranku masih melayang-layang di Jakarta. Hmm, drama banget sih nop. Ini serius. Kalian boleh coba sendiri bagaimana harus merantau jauh dari orang tua. Setelah satu minggu baru aku menyadari kalau aku sudah di Lasusua, hah bagaimana bisa. Pokonya tetep semangat aja, ayo terus memperbaiki diri. Galau itu pertanda kamu sedang jauh dari Allah, jadi ketika galau tiba, segera perbaiki jarak antara kamu dengan Tuhanmu. :D 

From Lasusua with Love :*

Syukuri Semua Pemberian-Nya

Matahari, 
Terkadang, mencintai itu seperti menatap matahari senja 
Cukup memandangnya dari kejauhan tanpa perlu membawanya pulang ke rumah.... 
Aku mencintai matahari kala senja tiba di pantai. Terasa sangat menyejukkan dan menenangkan. Di saat-saat aku sendiri pun tidak tahu apa sebenarnya yang aku perjuangkan dalam hidup ini. Matahari senja lah yang mampu membuatku sedikit lebih tenang dan menerima semuanya. Ya, Anda boleh saja bilang aku terlaku mendramatisir keadaan, padahal sebenarnya biasa-biasa saja. Mungkin benar. 

Ada ungkapan yang bunyinya, "mungkin saja orang lain lebih berat masalahnya, hanya saja mereka tidak pernah mengeluh..". Oke fix jangan ngeluh lagi yaa. Seringkali kita bertanya-tanya kenapa semua permasalahan dan keadaan yang terasa menyesakkan terjadi sama kita, iya kan? Aku kadang juga suka kepikiran, kenapa kenapa dan kenapa. Tapi taukah, kalau kita terus mikir begitu, namanya tidak mensyukuri apa yang telah Allah karuniakan sama kita. Dan itu bisa bikin Allah murka, naudzubillah ya. Semoga kita ga termasuk orang yang kufur nikmat. Allah ingin kita bahagia sama apa yang telah Dia karuniakan kepada kita, apapun kondisinya. Catat ya. Ganti aja kata kenapa jadi kata bagaimana, supaya lebih solutif, hehe. Kata kenapa cenderung membuat kita menyesali apa yang dikasih sama Allah, sedangkan kata bagaimana lebih membuat kita mencari cara agar kondisinya bisa lebih baik lagi.

Manusia itu lebih mudah melihat keadaan orang lain yang dianggap lebih beruntung. Tapi pernahkah kita mencoba membayangkan orang-orang yang jauh kurang beruntung dari kita? Orang-orang di kolong jembatan sana, yang mau makan apa besok pun susah. Orang-orang yang mau makan harus banting tulang dan menebalkan urat malu. Bagaimana dengan kita? Bisa makan dengan cukup, sekolah bahkan kuliah di perguruan tinggi. Bisa mengakses internet dengan mudah. Bisa melakukan banyak hal. 

Semoga postingan saya ini tidak lebay ya. Rasa syukur emang wajib kita miliki. Sebab, orang yang paling kaya adalah orang yang mampu mensyukuri sekecil apapun pemberian dari-Nya. Bentuk rasa syukur itu ikhlas, lega, dan tidak menuntut lebih. Serta tentu aja menjalankan perintah-Nya dengan baik. Cintai dirimu.. maafkanlah kesalahan-kesalahanmu di masa lalu.. berdamailah dengan keadaan sayang. 

19/06/2014, 17.49, di kantor 
From Kolaka Utara with Love :*

15 November 2013, Kado berikutnya

Haii.. Seharian kemarin banyak yang aku lalui dan sayang kalau ga diceritakan disini. Kemarin itu hari Jum'at, masih dalam suasana pelatihan petugas Susenas di Hotel Ely's Lasusua. Jangan bayangkan seperti hotel-hotel pada umumnya ya karena kalau menurutku lebih mirip losmen atau malah kos-kosan, hehe. Tadi malam rencananya aku mau nulis blog, tapi sakit kepalaku sudah tidak tertahankan, berjalan pun terhuyung-huyung. Semoga cepet sembuh :).

Pas coffee break, aku dan Rahmin makan kue dadar gulung yang isinya parutan kelapa plus gula.
R : Ini kalau disini namanya cangkuli, Nov..
N : Ooo kalau di Jakarta ini namanya dadar gulung. Jadi nanti kalau aku mau beli dadar gulung  bilangnya beli kue cangkuli ya.
R : Bukaannn... dalemnya aja yang namanya cangkuli, awas ye kalau lo bilang mau beli kue cangkuli.. Hahaha.. 
Sesampainya di kosan, tidur-tiduran bentar menghilangkan lelah setelah seharian duduk mengikuti pelatihan. Tiba-tiba mbak Cita dan mas Andrian datang ke kosan memberikan sebuah kado unyu, whuaa, love it. Packaging-nya lucu berbentuk tas, di depannya ada pita. Pas dibuka, isinya kerudung bergo cantik berwarna ungu.

Kado dari Mbak Cita

Sudah dulu ya, aku harus bersiap-siap ke Hotel Ely's lagi untuk pelatihan hari ketiga. Semoga hari ini lancar dan akunya bisa sehat. Aamiin..

14 November 2013, My 25th Birthday

Hari ini, hari yang kau tunggu, 
Bertambah satu tahun, usiamu 
Bahagialah kamu.. 
Yang kuberi bukan jam dan cincin 
Atau seikat bunga 
Juga puisi 
Serta kalung hati....

Alhamdulillah aku panjatkan kepada Allah yang selalu memberi apapun yang aku butuhkan, meski tak selalu memberi apa yang aku inginkan. Dua puluh lima tahun bukanlah usia yang muda lagi. Secara bilangan usia, harusnya aku bisa bersikap lebih dewasa lagi dari waktu ke waktu. Tidak emosional dalam mengambil segala keputusan. Tidak mudah tersinggung atas sikap orang lain yang menurutku tidak menyenangkan. Harus semakin menyadari bahwa setiap orang ingin dihargai, sama seperti aku ingin dihargai oleh orang lain. Ya, Kolaka Utara ini harus mampu membuat aku menjadi manusia yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Pagi ini, sekitar jam 07.00 wita, ponselku berbunyi, si ibu nelpon mengucapkan selamat ulang tahun. Beliau juga mengabarkan telah membuat syukuran kecil-kecilan dengan membuat nasi kuning dan dibagikan ke tetangga dekat. Tak lama berselang, bapak juga nelpon, ngucapin selamat ulang tahun juga. Pas bangun tidur tadi pagi sebetulnya agak tidak enak badan, tenggorokan sakit dan jalan saja sempoyongan. Sambil terhuyung-huyung, aku menuju kamar mandi karena ada jadwal pelatihan susenas, harus on time. Dari kamar mandi, terdengar ada bunyi sms masuk. Mungkin sms dari sahabatku nun jauh disana. Aku santai saja membukanya. Namun saat dibuka ternyata dari seseorang yang pernah aku ceritakan pada tulisan-tulisanku sebelumnya. Seketika setelah membaca sms darinya, badanku terasa sedikit lebih baik. Bagaimana dia ingat ulang tahunku? Eaa.. kepedean mode on. Isi smsnya sebetulnya biasa saja, sangat biasa, aku saja yang berlebihan menanggapinya. Sampai-sampai aku bingung mau balas apa. Seperti ini bunyi smsnya. 

Dek Novi, met milad ya dek :) .. semoga dg bertambahnya usia bertambah juga pengalaman yang membuat dek novi lebih dewasa n lebih bijak :) ..n semoga akhlak dek novi semakin terampil menawan dalam kebijakan..jadi panjang smsnya, hehe.. n semoga Alloh senantiasa memberikan taufik rahmat berkah, lindungan dan keselamatan, hidayah serta ridho-Nya.. aamiin
Ucapan selamat ulang tahun juga berdatangan dari teman-teman, baik di facebook, twitter maupun secara langsung. Terimakasih ya ibu, bapak, seseorang, dan teman-teman atas do'anya. Yang rajin mengucapkan selamat ulang tahun saat aku ulang tahun adalah admin kaskus, hehe, dulu aku kaskuser.. sekarang udah enggak. Hari ini pas buka internet kan otomatis langsung terbuka google, yeah google sent me a gift, birthday cake. Seperti ini bentuknya. 

Cake from google

Daan, sepulang kerja Rahmin, teman seangkatanku yang sepenempatan di sini, memberikan aku sebuah teman kecil yang unyu, boneka pisang. Hihi, teman baruku di Kolaka Utara. Seperti inilah si boneka pisang. Makasih yaa Rahmiin. 

Boneka Pisang From Rahmin

Semangat yaa Novi, apapun yang terjadi harus tetap bersyukur dan bahagia.. Allah ingin kamu bahagia atas segala sesuatu yang Dia karuniakan kepadamu. Tetep optimis :)

25 Oktober 2013, Mengantar Ibu Kembali ke Jakarta

Beberapa waktu yang lalu aku mengantar ibu pulang ke Tangerang, mengantarnya hanya sampai Bandara Hasanuddin, Makassar. Pertama, kita naik kapal ferry terlebuh dahulu. Seperti inilah kira-kira lasusua jika dilihat dari lautan luas, terlihat sangat kecil. 

Daratan Lasusua Dari Kejauhan

Perjalanan selama kurang lebih 3 jam terasa cukup lama. Jadi kami berfoto-foto dulu untuk mengabadikan perjalanan tersebut. Ini dia ibuku, :D 

Ibu lagi narsis

Kami tiba di Pelabuhan Siwa sekitar pukul 12 siang, kemudian kami harus melanjutkan perjalanan darat menuju Makassar. Sebenernya kasian sama ibu, untungnya beliau kuat, jadi alhamdulillah lancar dan selamat sampai tujuan. Sayang amat disayangkan, mobil yang kami tumpangi itu bermasalah sama ban, berkali-kali kali menepi untuk memperbaiki ban. Perjalanan yang semula diperkirakan akan tiba di Makassar sekitar pukul 7 malam, ternyata mundur menjadi puluk setengah 10 malam. Agak kesel juga sebenernya, tapi sudah alhamdulillah karena bisa sampai dengan selamat. Sopirnya juga tepat waktu banget sama sholat 5 waktunya. Setiap jam sholat tiba, sopirnya menepikan mobil. Dan ibu suka hal itu, hehe. 

Setelah menginap di Hotel Transit, dengan paket 12 jam saja, kami melanjutkan perjalanan ke bandara. Sampai di bandara, hanya calon penumpang yang mampu menujukkan tiket saja yang boleh masuk. Mendadak lemaslah aku, rasanya tega sekali aku membiarkan ibu yang baru petama kalinya naik pesawat seorang diri. Aku memutar otak bagaimana caranya supaya bisa menemani ibu sampai ruang tunggu. Ahhayy.. ada e-ticket punya ibu di handphoneku. Kutunjukkan tiket yang ada pada ponselku kepada petugas penjaga pintu masuk, daaann ternyata berhasil. Aku bisa ikut ibu masuk ke ruang tunggu bandara. Alhamdulillah. 

Di depan replika kapal phinisi
Naik eskalator mendatar :p

Kami menunggu pesawat selama kurang lebih 2 jam, pesawat ibu menggunakan maskapai citilink dengan pertimbangan citilink adalah anak perusahaan Garuda Indonesia. Sudah dua kali kami menggunakan citilink, namun dua kali juga mengalami keterlambatan. Pertama, saat dari Yogjakarta menuju Jakarta, terlambat 1 jam. Dan kemarin pas ibu mau berangkat dari Makassar ke Jakarta, hampir satu jam pesawatnya ga terbang juga padahal semua penumpang sudah masuk ke pesawat. Terus kata ibu pas sampai Jakarta, katanya pesawatnya ga halus landingnya. Kembali lagi, alhamdulillah masih dikasih keselamatan sampai tujuan, namun bisa jadi pelajaran untuk ke depan nanti.

Setelah pesawatnya ibu take off, tinggallah aku seorang diri. Rasanya tu krenyes-krenyes, kenapa harus terpisah jarak sejauh ini. Otakku lalu memutar memori yang berbau sedih-sedih, hingga air mataku tidak bisa kutahan lagi. Tumpah. Padahal saat itu aku sedang berada di bus Damri yang akan membawaku ke kota Makassar. Tissu yang tadi diberikan sama ibu ternyata sangat berguna untuk kondisi seperti itu.

From Kolaka Utara With Love :*

Mau Senyum Simetris? Pasang Kawat Gigi

Akuu.... 

Aku udah betah di Kolaka Utara, haha yakiin?

Huhu, aku ga mau di PHP-in lagi ah. Atau ini dianya biasa aja dan aku yang terlalu pede? Mbuh, yang jelas sekarang aku harus berhati-hati menjaga hatiku yang rapuh ini.. *tsahh*. 

Oia, sebulan yang lalu, aku pasang kawat gigi di daerah Makassar. Alhamdulillah ya keinginanku selama ini satu per satu tercapai. Alhamdulillah ya Allah atas semua kemudahan yang diberikan. Atas semua kesempatan hidup di dunia ini. 

Pertama kali pakai kawat rasanya ngilu-ngilu semua. Rasanya gigi geligi mau copot satu persatu dan memang goyang karena karetnya sudah mulai bekerja. Jadi jangankan makan yang keras-keras, makan yang lembut saja susah. Pas hari pertama, ada kawat yang keluar jalur dan nusuk-nusuk pipi. Rasanyaa.. grrrr. Sariawan bertebaran dimana-mana. Kuganjal dengan kapas kawatnya, tetapi aku capek gantiin kapasnya. Setelah aku cek, ternyata kawatnya bisa diarahkan ke dalam supaya ga merobek kulit pipi. 

Setelah dua minggu, ke dokter lagi kan buat ganti karet plus aktivasi kawat. Aktivasi itu maksudnya, kondisi dimana gigi sudah mulai digerakkan secara perlahan. Untuk menggerakkan gigi, tentu saja dibutuhkan ruang kosong sehingga satu gigi harus dicabut. Cabut gigi itu ternyata sama sekali ga sakit, iya karena ada obat bius yang bekerja. Namun setelah biusnya hilang, hedeuuh sakit pake banget. Nyut, nyut.. Karena saat itu cabut giginya menjelang malam, dibawa tidur sampai ga terasa lagi sakitnya. Untuk kontrol berikutnya, sepertinya ada satu gigi lagi yang akan dicabut. Hwiiw masih tetep menyeramkan.

Pas sudah sampai di Kolaka Utara, masih terasa ngilu karena habis ganti karet. Tadinya kan warna hijau, terus yang sekarang ini transparan. Hari pertama masih agak malu-malu gitu ketemu sama orang-orang di kantor. Hari-hari berikutnya sudah terbiasa. Pas hari pertama, ada perih-perih di pipi, haaa ternyata ada kawat yang salah arah lagi. Ini sang dokter ngerjainnya buru-buru atau gimana ya. Langsung aku buru-buru melarikan motorku ke dokter gigi di kota ini. Berhubung masih jam kantor, dokter giginya belum buka praktek. Mereka masih bertugas di satu-satunya rumah sakit pemerintah yang ada di kota ini. Langsung capcus  kesana. Ternyata masih jam istirahat pula. Ya mau nggak mau harus menunggu.

Seorang perawat menanyakan keperluanku apa. Aku bilang ada kawat yang perlu dibenarkan posisinya. Ternyata ga perlu nunggu dokter. Perawat itu bisa juga. Alhamdulillah. Pas aku tanya berapa, dia minta 20 ribu rupiah, menurutku agak mahal mengingat itu adalah rumah sakit pemerintah. Yowis aku ga mau kelamaan berdebat, kukasih 50 ribuan. Ternyata perawat itu ga ada kembalian. Aku ada sepuluh ribuan, kata mbaknya itu yaudah ga apa-apa 10 ribu aja.. dieeennggg. Pasti itu pungutan liar, biarin deh asalkan aku ga tersiksa karena kawat yang salah arah itu. 

Setiap 1,5-2 bulan sekali aku harus kontrol ke dokter Eka (atau dr. Diana). Kantong bisa bolong nih mengingat jarak antara Kolaka Utara-Makasar yang jauh. Ini semua kulakukan untuk kesehatan (dan kesimetrisan senyum.. halah). Semoga ini bukan termasuk hal yang mubadzir. 

Salam senyum simetris. :)

Impaksi Gigi Bungsu Part 1

Semenjak melahirkan Dafa sekitar 3 tahun yang lalu, ada nyeri di gigi geraham paling bungsu. Aku sedikit menyesal waktu hamil kurang konsum...